Kamis, 01 Oktober 2015

Cinta Dalam Tulang





      Cinta, kini Kau akan Ku pendam di dalam Tulang sebab Hati sudah tak mampu lagi menahan apiMu, Jantung terlalu sempit untuk menampung letusanMu, Darah yang ditambah kemerahaNya dan kekentalaNya oleh beribu sayatan lukaMu, mengalir ke OtakKu. OtakKu pecah, dan Daging menjadi korbannya.. Tulang, Yah Memang Tulang, menjadi perteduhan terahir Mu, Cintaku yang malang. Cintaku yang tak bisa Ku musnakan. 
                                                                                                                                           Ge Azmacarda                                                         
                                                                                   
G. Azhar Makaroda
Mataram 21 Agust 2015C

Aku Benci Kamu



Mataku melambai setelah terbantai.
Lidah dan Pena bersatu dalam tulisan yang memanggilmu
setelah asmara mengusiknya.

          Kau pura buta dan bisu
          aku benci kamu asmaraku

Hay kau AsmaraKu, Mengertikah kau tentang Asmara ?
          tentang :
siksanya, 
      rindunya, 
                 cemburunya.
atau hukum gantungnya yang semu.

Laa, laa, laaa. Kamu tak mengerti
wahai Kau BetinaKu yang berkulit jilbab.
 
Aku benci kamu
          kau hanya tahu dan ingin surgamu saja.
Kau tidak mengerti nerakaku,
          wahai kau Bidadari surga pembawa neraka.
 Aku benci kamu.

Diammu : Ganas
          Acumu : Buas
 
Aku kering di musim Hujan
karena kau panasku
          aku dingin di musim kemarau
          karena kau Kutubku           
aku demam karenamu.

Aku benci kamu.
          Diammu.
          Acumu.
Aku benci kamu Cinta ku.
Aku Benci kamu yang ku cinta.
          Aku benci kamu. Wahai Cinta yang menyiksa.
Aku benci Kamu, kamu Naylaku.


   G. Azhar Makaroda
Mataram, 25 Agustus 2015