Mataku melambai setelah
terbantai.
Lidah dan Pena bersatu dalam tulisan yang memanggilmu
setelah asmara mengusiknya.
Lidah dan Pena bersatu dalam tulisan yang memanggilmu
setelah asmara mengusiknya.
Kau pura buta dan bisu
aku benci kamu asmaraku
Hay kau AsmaraKu, Mengertikah
kau tentang Asmara ?
tentang :
tentang :
siksanya,
rindunya,
cemburunya.
atau hukum gantungnya yang semu.
atau hukum gantungnya yang semu.
Laa, laa, laaa. Kamu
tak mengerti
wahai Kau BetinaKu yang berkulit jilbab.
Aku benci kamu
kau hanya tahu dan ingin surgamu saja.
Kau tidak mengerti nerakaku,
wahai kau Bidadari surga pembawa neraka.
kau hanya tahu dan ingin surgamu saja.
Kau tidak mengerti nerakaku,
wahai kau Bidadari surga pembawa neraka.
Aku benci kamu.
Diammu : Ganas
Acumu : Buas
Acumu : Buas
Aku kering di musim Hujan
karena kau panasku
aku dingin di musim kemarau
karena kau Kutubku
karena kau panasku
aku dingin di musim kemarau
karena kau Kutubku
aku demam karenamu.
Aku benci kamu.
Diammu.
Acumu.
Aku benci kamu Cinta ku.
Aku Benci kamu yang ku cinta.
Aku benci kamu. Wahai Cinta yang menyiksa.
Aku benci Kamu, kamu Naylaku.
Diammu.
Acumu.
Aku benci kamu Cinta ku.
Aku Benci kamu yang ku cinta.
Aku benci kamu. Wahai Cinta yang menyiksa.
Aku benci Kamu, kamu Naylaku.
G. Azhar Makaroda
Mataram, 25 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar