Cinta, kini Kau akan Ku pendam di dalam Tulang sebab Hati sudah
tak mampu lagi menahan apiMu, Jantung terlalu sempit untuk menampung letusanMu,
Darah yang ditambah kemerahaNya dan kekentalaNya oleh beribu sayatan lukaMu,
mengalir ke OtakKu. OtakKu pecah, dan Daging menjadi korbannya.. Tulang, Yah
Memang Tulang, menjadi perteduhan terahir Mu, Cintaku yang malang. Cintaku yang
tak bisa Ku musnakan.
Ge
Azmacarda
G. Azhar Makaroda
Mataram 21 Agust 2015C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar