Hay sahabat Afrikaku, apakah kau masi hitam ?
apakah jalanmu dan jalanku masih suram ?
apakah benar hatimu dan hatiku masi kelam ?
Tolong jangan tanyakan pada tuhan tentang itu semua, semua malaykat disekitar kita hanya bergaul dengan sesamanya. “Faktor lingkunngan 70 % berpengaruh” begitulah rumus produksi ternak,ahahahaa. tapi para malaykat benarkan itu semua dan mereka mengaktualisasikan dalam kehidupan mereka.
Oh, kawan Afrikaku, kita jangan tanyakan tentang diskriminasi ini. Kita tak boleh bersedih,berdirilah tegak. Genggamlah tangan hitamku, Jika kau tak bisa tegak pura puralah tegak.
Hisablah asab tembakau sesat kita ketika kau bosan dengan dunia dan minumlah dosa arak kita untuk berrekreasi ke dunia lain.
apakah jalanmu dan jalanku masih suram ?
apakah benar hatimu dan hatiku masi kelam ?
Tolong jangan tanyakan pada tuhan tentang itu semua, semua malaykat disekitar kita hanya bergaul dengan sesamanya. “Faktor lingkunngan 70 % berpengaruh” begitulah rumus produksi ternak,ahahahaa. tapi para malaykat benarkan itu semua dan mereka mengaktualisasikan dalam kehidupan mereka.
Oh, kawan Afrikaku, kita jangan tanyakan tentang diskriminasi ini. Kita tak boleh bersedih,berdirilah tegak. Genggamlah tangan hitamku, Jika kau tak bisa tegak pura puralah tegak.
Hisablah asab tembakau sesat kita ketika kau bosan dengan dunia dan minumlah dosa arak kita untuk berrekreasi ke dunia lain.
Aku tau, tawamu dan tawaku bukanlah tawa, hanya pengalihan dari tangis yang
kita sembunyikan bersama.
Kawan Afrikaku, jatuh hatilah kau padaku, jangan pada malaykat. Kita terlalu buruk untuknya.
Oh, kawan Afrikaku.
bagaimanapun kotornya kita, kita tak boleh mengotori mereka.
bagaimanapun kasarnya kita, kita tak boleh mengkasari mereka.
sebab mereka sangat menggilai surga.
bagaimanapun kotornya kita, kita tak boleh mengotori mereka.
bagaimanapun kasarnya kita, kita tak boleh mengkasari mereka.
sebab mereka sangat menggilai surga.
Gila Azhar Makaroda
(GAM)
(GAM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar