Senin, 17 Maret 2014

Untuk Niyla

Dalam ruangan perkuliahan
Tak sengajah kulihat Gula hidup
yang termanis di antara mahluk
dia terselimuti kain solehah

mawar merah di bawah hidungnya
berbicara tentang surga

cahaya matahari di bawa alis nya
menembus kedada
hingga bercengramah dengan asmara

Asmaraku bangkit terkadang berontak
membentur bahkan merampas pikiran
hingga api kerinduan berkobar

Kerinduanku akan dirinya
membunuh isi dunia
hingga sepi yang terasa

aku tak bisa bersamanya
aku hanya bisa melihatnnya di ujung mata
karena pagar-pagar agama melingkarinya

dalam sujud
aku berdemonstrasi pada tuhan
tentang hati yang mulai berfungsi
untuk mencintai dan dicintai

tuhan masih tetap diam
setia pada undang undangnya yang menentang

aku protes pada tuhan
kenapa perasaan manusiawi ini dicekal

tuhan masih saja diam
dan akupun terdiam
sambil berbagi rasa dalam kerinduan
bersama setan asap yang ku hisap
bersama setan cair yang ku teguk

aku mabuk
bukan mabuk tuak
hanya mabuk cinta di kedai Gula

beduk dan azan datang menyambar
aku tersadar

tersadar dari kesesatan
kesesatan cinta yang mengusir tuhan

Tuhan,maafkan aku

sekuatnya ku alihkan tenaga
untuk patuh dijalur Nabi

ku sempatkan lidah
untuk ucapkan mantra-manta tasbih
Tapi hasrat masih saja menggila

tuhan sunggu aku cinta dia.
ku cinta dia tampa sengajah
entahh bagai mana akhir dari cerita duka CINTA ini

11 Mei 2013
(GAM)_G. Azhar Makaroda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar